Mengingatkan dengan baik

1328807_sign_boardKita gak akan bisa memberikan pendapat secara objektif jika kita tidak memandang sesuatu dari sisi luar atau sisi lain. Banyak orang bilang kamu g akan tau apa yg dia rasakan klo kamu g pernah ada diposisi itu. Itu sangat benar dan bisa dipahami. Orang bijaksan selalu menyejukkan karena mereka mengingatkan dengan lembut dan membuat hati tenang. Aku berpikir bahwa siapapun yg ada dihadapan kita, sehebat apapun dia, sekuat apapun imannya, jika dia sedang menghadapi masalah janganlah menghakimi dan bersikap keras terlebih dahulu. Cobalah membuat pandangan dari sisi luar. Kita gak akan mengerti sampai kita merasakan hal yang serupa itu memang benar dan inilah pelajaran yang sedang aku lalui, sudah beberapa kali seperti ini. Dan aku benar2 menjadi jauh lebih memahami hidup dan belajar menilai sesuatu dengan lebih objektif. Aku memiliki teman yang sepertinya sudah dilahirkan dengan kebijaksanaan, rasanya setaip kali dia berkomentar pasti selalu memberikan titik terang dan tidak mengintimidasi. Sangat nyaman sekali berdekatan dengan orang seperti itu. Mereka mewarnai lingkungannya tapi tidak terwarna lalu pudar. Betapa sakleknya aku dulu dalam memandang sebuah perilaku yg aku pikir benar ya benar yg salah ya salah, aku akui itu sangat bagus dan aku pikir harus ada orang-orang seperti itu, itu harus. Tapi bukankah juga harus ada orang-orang yang punya pandangan seperti ini, selama hal yg dipermasalahkan bukanlah hal-hal syar’I yang sudah ditetapkan sesuai prinsip, bisakan untuk sedikit lebih luwes dalam bersikap. Menurutku ada orang yang harus bersikap begini. Akan lebih mudah bagi orang yang bersikap begini untuk mendekati orang lain, karena orang lain tidak akan merasa terintimidasi. Dan buatku sikap seperti ini berlaku untuk kalangan apapun, jangan hanya karena kita memandang sesorang itu begitu “sempurna” / sudah mengerti maka kita melakukan peringatan yang keras dan terkesan mengintimidasi. Bahkan jika kita pikir dia sudah tau jika hal yang dilakukannya  tidak tepat, pdahal dia bisa melakukan hal yang jauh lebih baik. Lalu kita menganggapnya sebagai sesorang yg salah. Dia hanya harus diingatkan dengan cara yang baik, tidak dengan cara yang berkesan mengintimidasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s