Inspirasi dari seorang kakek

Pagi ini dari luar jendela kamar ku di lantai dua terdengar suara suling yang berirama lagu sunda. Suara iu membangunkan ku dari tidur ku. Ternyta langit sudah cerah dan pusing akibat flu ini belum hilang. Aku melihat keluar jendela dan ternyata suara itu berasal dari seorang pria yang membawa tongkat di salah satu tangannya. Apakah dia tidak bisa melihat? Sayangnya lelaki itu hanya berjalan begitu saja, dan aku hanya melihat punggunya berlalu melewati depan kosan ku. Lalu aku jadi teringat oleh seorang kakek buta yang berada di dekat tempat tinggal ku. Kakek itu sudahlah tua, lemah, tidak bisa melihat, tapi setiap harinya selalu masih berusaha mencari rizki dengan berjualan sapu lidi. Bahkan mungkin ia tidak yakin dengan arah langkah kakinya. Jika dia berpapasan dengan orang lain, dia akan berusaha menawarkan dagangannya, atau sekedar menanyakan di jalan apa sekarang dia berada. Seperti saat itu, saat hujan mulai turun rintik rintik di pagi hari, aku baru saja membeli sarapan dan melintas di dekatnya, dan ini sudh kesekian kalinya kami bertemu. Aku menyempatkan menepi dan memberikan apa yang bisa ku berikan setidaknya untuk bisa mengganjal perutnya hingga siang hari, saat kami bertemu, yang dia tanyakan adalah nama jalan yang sedang dilaluinya, aku menjawab dan menunjukan arah sambil bergumam dalam hati Ya Allah kemana anak cucunya, kenapa kakek buta ini bisa dibiarkan mencari nafkah sendirian dengan keadaannya yang tidak bisa melihat, jangan sampai kelak aku menelantarkan orang tua ku seperti ini. Terkadang bisa jadi karena kesibukan kita, kit tidak peduli dengan permasalahan orang orang disekitar kita. Tapi satu hal yang sangat menginspirasi dari kakek ini, walaupun dengan kondisinya yang memiliki kekurangan, kakek ini tetap berusaha mencari uang dengan berjualan, bukan meminta minta dipinggir jalan. Walaupun yang bisa di jual hanyalah beberapa ikat sapu lidi tapi kakek ini tetap berusaha bahkan di waktu sepagi ini, di tengah rintik hujan mencari uang untuk sarapannya. Sedangkan sebagian kita dengan mudahnya mendapatkan sarapan. Kita sering lupa bersyukur, bersyukur terhadap hal hal kecil yang sebenarnya memiliki makna yang besar. Karena hal hal kecil ini terlalu biasa kita dapatkan dengan mudah. Ya Allah… terima kasih atas segalah rahmat dan kasih sayang yang telah Engkau berikan kepada ku, mudahkan dan berkahi kakek ini, semoga Engkau melimpahkan rahmat dan kasih kasih sayangMu kepadanya juga… amiin.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s